Minggu, 10 Agustus 2014

MENYIBAK TABIR MANUSIA SETENGAH DEWA "SATRIA PININGIT"

(Benang Merah Sabdo Palon, Uga Wangsit Siliwangi, Ramalan Joyoboyo, Kalki Avatar, Imam Mahdi dan cerita-cerita tentang Akhir Jaman)

Kisah tentang sosok 
Satria Piningit telah banyak dinubuatkan dengan berbagai nama tapi tetap satu sosok : Imam Mahdi, Kalki Avatar, Maitreya, Last Messiah. Para pemerhati dan penanti Satrio Piningit, tentu tak asing lagi dengan tafsir bait terakhir Jongko Joyoboyo.

Satrio = ksatria berarti sifat sejati dari seorang pejuang dalam menegakkan kebenaran dan membela mereka yang tertindas dan dianiaya. Piningit = "Hidden" sifat yang berarti yang membatasi diri untuk tidak diketahui oleh publik dengan cara MENYAMARKAN DIRI. Hidden Ksatria adalah putra dewa dalam bentuk manusia. Wujudnya tidak berbeda sebagai manusia pada umumnya. Ibunya adalah wanita Jawa, sehingga Hidden Ksatria juga disebut Jawa. Disebut anak dewa sebagai inkarnasi dari nabi Hidden Ksatria Hidir. Senjata Trisula Weda (Benar, Jujur, Lurus) adalah perilaku Hidden Ksatria dia sebagai seorang nabi. Ini adalah kebenaran yang disuarakannya. Suara kebenaran disebut sebagai "Sabdo Palon"

Quran adalah kitab suci agama Islam yang diyakini oleh masyarakat tetapi Quran bukan untuk Nation of Islam. Quran untuk semua umat manusia baik yang hidup dan yang mati tanpa membedakan latar belakang agama. Quran tidak hanya untuk umat manusia tetapi juga akan memenuhi alam semesta Qur'an. Imam Mahdi wajib menaklukkan alam semesta dan semua isinya untuk menerima dan membenarkan Al-Quran. Seluruh umat manusia baik yang hidup maupun yang mati, seluruh kelas masyarakat jin dan setan tunduk menerima dan membenarkan Al-Quran. Imam Mahdi tidak punya urusan dengan simbol-simbol Islam karena Imam Mahdi diberi tugas untuk membenarkan agama Muhammad. Imam Mahdi adalah tugas membenarkan Qur'an mencakup Allah. Tugas berat nian Imam Mahdi. Berjuang sendirian. Tidak ada hari tanpa perang. Jika ada waktu luang maka hanya akan diisi untuk mengatur strategi dan taktik untuk pertarungan berikutnya dan bertempur lagi. Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad disebutkan "sekiranya Kiamat itu bisa tertunda bahkan satu hari Allah akan menundanya hanya untuk menyenangkan Imam Mahdi". Ini sahih hadis. Hadis ini menjelaskan betapa sulitnya tugas yang akan Imam Mahdi.
 

Satrio Piningit (Satrio Tersembunyi) Dalam Jangka Jayabaya
Jayabaya meramalkan akan munculnya seorang dewa berbadan manusia yang bersenjatakan Trisula Wedha. “Dewa” memiliki konotasi pada tataran dimensi dunia gaib sedang “manusia” memiliki dimensi pada tataran dunia nyata. Itu berarti dewa yang diprediksi oleh Jayabaya akan muncul adalah seorang manusia yang hidup dan beraktifitas seperti manusia pada umumnya. Semua aktivitas yang dilakukan orang itu berdimensi ganda yaitu dimensi di dunia gaib dan dimensi di dunia nyata pada waktu yang bersamaan.

Orang itu adalah SATRIO PININGIT. Satrio (seorang ksatria) dan Piningit (yang menyembunyikan diri) memiliki aktivitas di dunia nyata dan gaib. Sifat dan karakter Satrio Piningit di dunia nyata berbeda dengan sifat dan karakter Satrio Piningit di dunia gaib. Sifat dan karakter itu dilakoni seorang diri. Jayabaya secara terang benderang sudah memisahkan mana sifat dan karakternya di dunia nyata dan mana sifat karakternya di dunia gaib. Identifikasi itu sangat jelas di dalam ramalan terseb
ut.

Pir Khidir Zinda , Пир Хыдыр Зунджа 2012
Masjid Pir Khizir Zinda (Jinda atau hidup atau Pir,) atau Xıdır Zində piri atau Khidir Zinda pir ,atau masjid Nabi Khidir di Azerbaijan (Azərbaycan). Nabi Khidir juga dijuluki Hidden Knight / Hidden Kstaria (Satrio Piningit / Satrio Tersembunyi) di Azerbaijan (Azərbaycan).

Jayabaya menjelaskan ciri ciri Satrio Piningit sebagai berikut :
~ ... Dia (Satrio Piningit) Seperti Batara (Dewa) Krishna (Avatar / Inkarnasi Wisnu), ... (Jangka-jayabaya.159)
~ ... Disebut Dewa tetapi manusia biasa (Manusia Setengah Dewa)". (Jangka-jayabaya.170)
~ ... Jika perang tanpa pasukan, (Jangka-jayabaya.162)

Siapakah Dewa Kresna Itu ? 
Krishna adalah Sang Gembala (Budak angon)
Kresna (Dewanagari: कृष्ण; IAST: kṛṣṇa; dibaca [ˈkr̩ʂɳə]) adalah salah satu dewa. Secara umum, ia dipuja sebagai awatara (inkarnasi) Dewa Wisnu (Vishnu) kedelapan di antara sepuluh awatara Wisnu (Vishnu). Kresna sebagai Awatara sekaligus orang bijaksana memiliki banyak sekali nama panggilan yang digunakan, antara lain :

Gopal – Sang pengembala
Gopalpriya – Yang gemar menggembala
Govinda – Yang melindungi sapi-sapi, daratan, lembah, Bukit dan sekalian alam
Ajanma – Yang tidak terbatas dan abadi
Adbhutah – Dewa yang penuh keajaiban
Sarveshwar – Dewa dari segala Dewa

Bocah angon (Sang Gembala) memiliki kebiasaan mengumpulkan daun dan ranting. Kata daun dan ranting yang disebutkan Ugo Wangsit Siliwangi dalam bahasa asli Sundanya yaitu “Kalakay jeung Tutunggul“. Kalakay merupakan daun lontar yang biasa digunakan oleh orang kita pada jaman dulu kala sebagai lembaran daun untuk menulis. Sementara Tutunggul merupakan ranting pohon yang biasa digunakan orang kita pada jaman dulu kala sebagai pena untuk menulis. Sehingga Kalakay dan Tutunggul bisa diartikan sebagai kertas dan pena.

Jelas.
Budak angon adalah Sang Penyair (Penulis Syair lagu, Penulis) atau Resi

Untuk nama diri, kata Kṛṣṇa
(Kresna / Krishna) muncul dalam mandala VIII sebagai nama seorang PENYAIR. Sebagai salah satu nama Wisnu (Vishnu), kata "Kṛṣṇa" terdaftar sebagai nama ke-57 dalam kitab Wisnu Sahasranama (Seribu Nama Wisnu).

Menurut Uga Wangsit Budak Angon (sang Gembala) Berasal dari TRAH MATARAM

Dalam pola hubungan kekerabatan atau silsilah di dalam Kraton di Jawa dan Bali Dwipa di kenal istilah trah. Menurut arti harfiahnya trah adalah garis keturunan atau diistilahkan tepas darah dalem 


Awatara Wisnu (Vishnu):
Kresna (Sang Gengembala)
Matsya (Sang ikan)
Parasurama (Sang Brāhmana-Kshatriya)

Kata kṛṣṇa dalam bahasa Sanskerta pada dasarnya merupakan kata sifat yang berarti "hitam", "gelap" atau "biru tua". Kata tersebut berhubungan dengan kata čьrnъ (crn, 'hitam') dalam rumpun bahasa Slavia. Sebagai kata benda feminin, kata kṛṣṇā digunakan dengan makna "malam, hitam, kegelapan, Cahaya hitam (Hidden Knight/Hidden Ksatria yang artinya adalah Satrio Piningit)" sama-sama hitam/cahaya hitam/hidden knight seperti Semar.

Wisnu dalam Mahabharata (termasuk juga Bahagawad Gita) sepenuhnya menitis / Menjelma kepada Kresna. Disebutkan bahwa Kresna adalah penjelmaan Narayana (Wisnu), sedangkan Arjuna adalah penjelmaan Resi Nara. Mengenai Arjuna sebagai titisan sebagian Wisnu terdapat dalam pewayangan Jawa. Dikisahkan bahwa, Wisnu membelah diri menjadi dua. Sebagian terlahir sebagai Kresna, sebagian lagi sebagai Arjuna. Antapurwa (bicara)


Awatara Wisnu yang menegakkan Kebenaran pada akhir Kaliyuga (zaman kegelapan)
Kaliyuga (zaman kegelapan, zaman Kalabendu, zaman kemunculan DAJJAL, Zaman Edan), merupakan zaman kehancuran. Banyak manusia mulai melupakan Tuhan. Banyak moral manusia yang rusak parah. Kaum pria banyak berkuasa dan wanita dianggap sebagai objek pemikat nafsu mereka. Banyak siswa berani melawan gurunya. Banyak orang-orang yang mencari nafkah dengan tidak jujur. Dan banyak lagi kepalsuan, kebohongan, kejahatan, dan tindak kekerasan. Pada zaman ini, uang yang paling berkuasa. Hukum dan jabatan mampu dibeli dengan uang.


Kesamaan Dewa Wisnu dan Nabi Khidr
Sama sama dikenal Bijaksana, Pemelihara dan Pelindung. sama sama Abadi
Wisnu Meminum Soma menghasilkan keabadian (Amrita, Rgveda 8.48.3)
Khidr Meminum Air Kehidupan yang Membuatnya Abadi
Wisnu dan Khidr sama sama dianggap sebagai dewa pelindung sungai-Indus

Dalam miniatur India, Khidir perjalanan di atas ikan besar, mengisyaratkan citra avatar Wisnu pertama, Matsya: ikan yang menyelamatkan manusia pertama, Manu. Khidir menyelamatkan dan melindungi orang-orang di saat bahaya dan kesusahan. Dia menyimpan murni hatinya dari pencurian, tenggelam, ular, dan kalajengking.

Sejak zaman awal dalam bentuk air dan cahaya penduduk setempat telah mengkultuskannya sebagai Dewa Pelindung Sungai Sindhu (Sungai Indus-Pakistan). mempercayainya sebagai inkarnasi (dewa-saint dan avatar) Wisnu-Krishna dan dikenal dengan berbagai nama seperti Khwaja Khizr, Darya Shah, Uderolal, Jhulelal/Dulah lal, Sindhi/Urdu : جهوللال,Sansekerta : झूलेलाल, Lal Sai, Varun Dev, Doolhalal, Dariyalal, Amarlal dan Zinda Pir (Jinda atau hidup) dan lain-lain (Dawani 2002: 63-64), mengacu pada dua legenda tang terjalin di Sindh/Sindhu/Indus-Pakistan Ishta Dev (Komunitas Allah), di Pakistan yang mempertemukan Hindu dan tradisi Islam daerah dalam cerita rakyat populer, dalam akun hagiographical menggambarkan Ramdev sebagai ksatria Rajput (dewa-saint dan avatar Wisnu-Krishn).

Di India, Madagaskar (Srilangka), Nabi, Saint, atau Dewa dikenal sebagai Khwaja Khizr (Khidir yang dikenal juga sebagai Jinda / Zinda pir (Jinda atau hidup), Pir Badar, atau Raja Kidar
 

Nabi Khidr / Avatar Wisnu (Vishnu) / Kresna
Khidr atau al-Khidr (Arab : al-Khidr الخضر, juga tercantum sebagai Khidr, Khizr, Khyzer, Qeezr, Qhezr, Qhizyer, Qhezar, Khizar, Xızır, Hızır) adalah sosok yang dihormati di Muslim dan wilayah Islam yang dipengaruhi, diyakini, dijelaskan dalam Quran sebagai hamba yang benar dari Allah dan ia memiliki kebijaksanaan agung atau pengetahuan mistik. Dalam tradisi Islam dan non-Islam yang berbeda, Khidir adalah berbagai digambarkan sebagai utusan, nabi, wali atau dalam beberapa kasus, sebagai "non-abstrak" dewa yang mengambil tempat duniawi dari Allah sebagai deus otiosus. Sosok al-Khidr telah syncretized dari waktu ke waktu dengan berbagai tokoh termasuk Trimurti Brahma The Creator, Kresna / Krishna / Wisnu (Vishnu) the maintainer or preserver and Shiva the destroyer or transformer." These three gods have been called "the Hindu triad" or the "Great Trinity", often addressed as "Brahma-Vishnu-Maheshwara." di INDIA, Sorūsh di Iran, Saint Sarkis Warrior dan Yohanes Pembaptis di Armenia, Sanat Kumara, Saint George di Asia Kecil dan Levant , dll. Khidr atau al-Khidr adalah sosok yang dihormati di Muslim dan wilayah Islam dipengaruhi yang diyakini dijelaskan dalam Qur'an sebagai hamba yang benar dari Allah dan ia memiliki kebijaksanaan agung atau memiliki pengetahuan mistik / Ghoib.

Dalam tradisi Islam dan non-Islam yang berbeda, Khidir adalah berbagai digambarkan sebagai utusan, nabi, wali atau dalam beberapa kasus, sebagai "non-abstrak" Dewa yang mengambil tempat duniawi dari Allah sebagai otiosus deus. Sosok al-Khidr telah syncretized dari waktu ke waktu dengan berbagai tokoh termasuk WISNU di India, Sorūsh dan Mithra di Iran, Saint Sarkis Warrior dan Yohanes Pembaptis di Armenia, Hidden Knight atau Hidden Ksatria (Satrio Piningit) di Azerbaijan, Sanat Kumara, Kothar-wa-Khasis, Saint George di Asia Kecil dan Levant , dll

Kata Hindu atau Sindu dalam bahasa Sanskerta adalah tergolong kata benda masculine, yang berarti titik- titik air, sungai, laut, atau samudra. Air melambangkan Amrita yang diartikan air kehidupan yang kekal abadi, dipergunakan dalam upacara- upacara agama Hindu dalam bentuk tirtha (air suci).




Antara Kresna dan Semar
Semar merupakan tokoh pewayangan ciptaan pujangga lokal, keluhurannya sejajar dengan Prabu Kresna dalam kisah Mahabharata. Jika dalam perang Baratayuda menurut versi aslinya, penasihat pihak Pandawa hanya Kresna seorang, maka dalam pewayangan versi Indonesia, jumlahnya ditambah menjadi dua, dan yang satunya adalah Semar. Dalam Versi Sunda Semar dikenal sebagai titisan/jelmaan dari Batara Wisnu, munculnya tokoh Semar diterjemahkan sebagai kehadiran Sang Illahi dalam kehidupan nyata dengan cara yang tersamar.

Semar dikenal juga sebagai Ismaya yang berasal dari kata maya. MAYA adalah sebuah cahaya hitam. Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu. Yang ada itu sesungguhnya tidak ada. Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan. Yang bukan dikira iya. Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru. Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas. Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatau yang tidak jelas tersamar, penuh misteri.

Semar menjadi tanda sebuah rahmat Illahi (wahyu) kepada titahnya, SEMAR adalah sebuah misteri, rahasia Sang Pencipta. Rahasia tersebut disembunyikan orang-orang yang egois, tamak, iri dengki, congkak dan tinggi hati, namun tetap terbuka untuk orang-orang yang sabar, tulus, luhur budi dan rendah hati. Dan orang yang di anugerahi Sang Rahasia, atau SEMAR, hidupnya akan berhasil ke puncak kebahagiaan dan kemuliaan nan abadi. Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatau yang tidak jelas tersamar.

Pengertian Semar Badranaya / Kresna / Avatar Wisnu (Vishnu)
Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
Bebadra = Membangun sarana dari dasar
Naya = Nayaka = Utusan mangrasul, Kebijaksanaan Agung
Artinya : Mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia
 

Filosofi, Biologis Semar
Javanologi : Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun). Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya : “Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tunggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik”.

Semar Badranaya = selalu ada di setiap Jaman sampai saat ini, mengasuh, kalimat menitis itu bukan sukma yang menitis tapi ilmu, membimbing Dan ilmunya yang diturunkan atau di titiskan.

Nabi Khidir Alaihi Salam Abi Abas Balya Bin Malkan = selalu ada di setiap jaman, mengasuh, membimbing sama seperti Semar Badranaya.
 

Kresna / Avatar Wisnu (Vishnu) Dalam agama lain
Arca Neminatha, Tirthankara ke-22 dalam Jainisme. Menurut pandangan Jainisme, Neminatha adalah sepupu Kresna dari Sauripura. Ia lahir di kalangan Dinasti Hariwangsa.
Jainisme

Menurut ajaran Jainisme, terdapat tiga serangkai, yaitu seseorang yang bergelar Basudewa bersama kakaknya yang bergelar Baladewa, dan musuh mereka yang bergelar Pratibasudewa. Tiga serangkai tersebut lahir pada setiap zaman dan dengan nama yang berbeda-beda. Setelah menjalani hukuman, ia dilahirkan sebagai seorang Tirthankara.

Dalam daftar 63 Shalakapursha atau tokoh termasyhur Jainisme, termasuk di antaranya adalah 24 Tirthankara dan 9 tiga serangkai tersebut. Salah satu tiga serangkai tersebut adalah Kresna sebagai Basudewa, Balarama sebagai Baladewa, dan Jarasanda sebagai Pratibasudewa. Menurut Jainisme, ia merupakan sepupu Neminatha, Tirthankara ke-22. Kisah-kisah tiga serangkai tersebut dapat disimak dalam Hariwangsa karya Jinasena (bukan kitab Hariwangsa pendukung Mahabharata) dan Trishashti-shalakapurusha-charita karya Hemachandra.
 

Kresna / Avatar Wisnu (Vishnu) Menurut Ahmadiyyah
Di Asia Selatan, anggota komunitas Ahmadiyyah meyakini Kresna sebagai utusan Tuhan, seperti yang diungkapkan oleh pendiri aliran tersebut, Mirza Ghulam Ahmad. Ghulam Ahmad juga mengaku memiliki kesamaan dengan Kresna sebagai pembangkit agama dan moralitas pada zaman modern yang misinya adalah mendamaikan umat manusia dengan Tuhan.Pengikut Ahmadiyyah mempertahankan istilah avatar (awatara) yang dianggap sama dengan istilah "nabi" dalam tradisi agama di Timur Tengah sebagai campur tangan Tuhan dengan manusia; seperti Tuhan yang menunjuk manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi. Dalam Kuliah Sialkot, Ghulam Ahmad menulis:

Jelaslah bahwa Raja Krishna, sesuai dengan apa yang telah diwahyukan kepadaku, adalah orang yang benar-benar agung yang sulit untuk menemukan orang sepertinya di antara para Resi dan Awatara dalam Hindu.

Dia adalah seorang Awatara "yang artinya adalah Nabi" besar pada masanya yang kepadanya Roh SUCI turun dari Tuhan. Dia berasal dari Tuhan, jaya dan sejahtera. Ia membersihkan tanah Arya dari dosa dan ternyata Nabi pada zamannya yang kemudian ajarannya diubah dalam berbagai cara. Dia penuh kasih kepada Tuhan, seorang teman kebajikan dan musuh kejahatan.
 

Satrio Piningit menurut pujangga Rangga Warsita
SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. adalah Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan (di Ibaratkan) bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati 

Keterangan :
Resi atau Rishi  dalam bahasa Sanskerta: ऋषि; ṛṣi, Rsi, atau tonabi istilahnya dalam agama Islam, adalah seorang suci atau PENYAIR (pembuat syair lagu, pembuat syair Puisi) yang mendapat wahyu/sruti (dalam Islam mendapat rachmat) dalam agama Hindu atas usahanya melakukan tapa brata yoga samadhi (dalam Islam senang berkhalwat, menyendiri dan menjauhi khalayak ramai, berdzikir mengingat Allah swt, merenungkan ayat-ayat dalam ciptaan-Nya. Seperti Rasulullah Muhammad s.a.w), memiliki kesucian, terpilih oleh Tuhan, Sedang Begawan (bhagavān) artinya adalah orang yang berbahagia (karena di beri rachmat), orang mulia atau orang suci

Padanan Kata Resi (Empu, Sufi / Ahli Tasawuf / Pujangga / pembuat syair lagu, pembuat syair Puisi, jadi Resi artinya adalah Penyair atau Nabi dalam Islam).
 
Satrio Piningit Menurut Nostradamus
Le penultiesme du surnom du Prophete,
terjemahanya : “salah-satu nama nabi di akhir zaman yang masih hidup”.
Kata nabi (dimaksudkan untuk Satria Piningit) yang tidak lama lagi akan muncul di Indonesia.


Nostradamus menyebut si satria dengan nabi kemungkinan besar dikarenakan si satria tersebut akan mendapat mukjizat/wahyu/rachmat dari Tuhan layaknya seorang Nabi/Rosul zaman dahulu kala.

Loing vaguera par frenetique teste,
terjemahanya :
“berkelana jauh membebaskan bangsa besar dari penindasan dan kezaliman”. Kalimat ini sepertinya senada dengan ungkapan Prabu Joyoboyo pada bait 173 “nglurog tanpo bolo menang tanpo ngasorake” Artinya Satria Piningit mendatangi musuhnya sendirian saja tanpa membawa bala pasukan satu orangpun, menang tanpa merendahkan musuhnya

Il (Satria Piningit) sera le seul leader "The One" ou l' 

le cœur de tout cela est d'environ Grand Leader. Ses pouvoirs comprennent le All Nations.
terjemahanya :
Dia ( Satrio Piningit ) akan menjadi Pemimpin tunggal "The One" inti dari semuanya kira kira adalah Pemimpin Besar. Kekuasaannya mencakup Segala Bangsa. ~ Nostrasdamus

ALLAH S.W.T berfirman :

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ

“Dan demikianlah kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh, yaitu syetan-syetan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) Jin”. (QS. al- An`am 6:112).

Sejatinya, tujuan di utusnya para nabi dan pengikutnya, juga kehadiran Khidir as disetiap zaman, adalah dalam rangka meluruskan aqidah manusia yang telah dibelokan dan diplintir sedemikian rupa oleh Secret societies. Misi kerasulan dan kehadiran Khidir as terus berlanjut seiring upaya penyesatan Dajjal dan organisasi gelapnya yang juga terus bergerak. Selalu beriringan, namun saling kontradiksi misi dan tujuan, terus seperti itu keadaannya.


 
hingga tiba saatnya kebenaran akan diungkap dan dipersaksikan oleh Khidir sendiri diakhir zaman (Literatur Islam). Sementara itu dalam literatur Islam sendiri menyebutkan bahwa manusia yang akan membinasakan DAJJAL tak lain adalah Nabi Khidir. (SIAPAKAH DAJJAL ITU ?)

ALLAH SWT berfirman :

أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنْصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

"Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu. dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui". (QS: Al-A'raf Ayat: 62)

"......Dan Allah hendak menyingkapkan, apa yang selama ini kamu sembunyikan." – (QS.2:72)

"sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri".(QS: Al-Kahfi Ayat: 82)

Semua yang telah aku ucapkan bukan dari diriku sendiri, tetapi adalah kehendak Allah menjelaskan hakikat kepadamu melaluiku.

" Wakafaa billahi syahidaa .. Cukup Allah yang menjadi saksi ”(QS. Annisa 79 ). Ada atau tidak ada orang yang bisa melihat atau menilai amal-amal kita Cukuplah ALLAH yang menjadi Maha penyaksi yang paling tahu siapa Satrio Piningit atau Nabi Khidir yang Sesungguhnya.
 

Dewa Kresna, Dewa Wisnu, Saint George, Semar, Sanat Kumara, Brahma Kumbara, Satrio Piningit adalah Nabi Khidr, seorang Nabi yang pandai bikin syair , sebab Dia adalah PENYAIR juga

Lagu ini saya Ciptakan era 2000 an. Judul Lagu "Negeriku"  Dinyanyikan oleh iwan fals 
 
Negeriku negeri para PENIPU (DAJJAL)
Busuk busuk busuk busuk bangkai tikus

Negeriku negeri para PENIPU (DAJJAL)
Terkenal kesegala penjuru
Tentu saja bagi yang tak tahu malu
Inilah sorga sorganya sorga
Negeriku ngeriku

Busuk busuk busuk busuk bangkai tikus
Yang mati karena dihakimi rakyat
Adakah akhirat menerima dirinya
Adakah disana yang masih bisa bercanda dengan rakus

Negeriku negeri para PENIPU (DAJJAL). 

Al-Dajjal (bahasa Arab: الدجال, al-Dajjal) ("Pembohong / PENIPU") adalah bentuk kejahatan dalam eshatologi Islam, yang akan muncul sebelum Yawm al-Qiyamah (Akhir Zaman Sebelum Kiamat).

Ramalan Jangka Jayabaya
Banjir bandang ono ngendi-endi, gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni. Gehtinge kepathi-pati marang Satrio kang oleh pati geni, margo wedi kapiyak wadine sopo siro sing sayekti.(Jangka Jayabaya)

terjemahan:
Banjir bandang terjadi dimana-mana, gunung meletus tak terduga, tanpa memberi isyarat sebelumnya. Kebencian orang orang munafik yaitu orang orang yang memalsukan dirinya dengan mengembar ngembari Satrio Piningit untuk mengelabui masyarakat, demi mendapatkan popularitas dan Kekayaan begitu sangat mendalam terhadap sang Satria yg menjalani tirakat tingkat tinggi, karena takut terbongkar rahasia siapa diri mereka yang sejati (mereka adalah DAJJAL yang sebenarnya). (dikutip dari Jangka Jayabaya)

Brahma Kumbara...(Brahma artinya adalah Pencipta atau Pencipta lagu, dalam Hindu disebut Resi yang bisa diartikan sebagai Penyair atau Nabi dalam Islam)


 
Brahma Dengan Senjata Brahmastra nya. Dalam kitab Mahabharata dan Purana, dikatakan bahwa Dewa Brahma merupakan leluhur dunia yang muncul dari pusar Dewa Wisnu, sebagai pencipta dunia Brahma dikenal dengan nama Hiranyagarbha atau Prajapati.

Brahmastra, senjata dari Dewa Brahma. Merupakan senjata yang sangat kejam dan berbahaya, beberapa ilmuwan terpercaya dimasa kini meyakini senjata ini memiliki daya hancur yang setara dengan bom atom, bahkan dikatakan dapat menghancurkan bumi . Senjata ini juga dapat menghalau hampir semua senjata dewa lainnya.
 

BRAHMAASTRA (PANAH NUKLIR):
Brahmastra merupakan senjata yang berbentuk anak panah, dan tidak akan pernah meleset dari sasarannya, baik individual ataupun kelompok. Brahmastra diperoleh dari hasil meditasi kepada Dewa Brahma, dan hanya dapat digunakan sekali dalam seumur hidup. Brahmastra diaktifkan dengan membacakan mantra yang diberikan kepada pengguna senjata saat memperoleh senjata ini. Rama menggunakan senjata ini untuk membunuh Rahwana, sedang Arjuna dan Ashwatthama hampir saja menghancurkan bumi karena hendak mengadu sesama senjata ini
 

BRAHMANADA:
Brahmananda, merupakan jenis senjata yang paling mematikan didunia. Senjata ini adalah gabungan dari tenaga spritual 7 dewa tersakti didalam kebudayaan Hindu.

Brahmananda adalah senjata Dewa Brhama yang paling mematikan.
Tidak ada senjata lain di dunia yang bisa menyaingi kesaktian daripadaBrahmananda , bahkan Brahmastra,Pashupatastra,Brahmasira, Amoghashakti,Vajra, Narayanastra, Vaishnavastra ataupun Sudarshana Chakra tidak dapat menahannya.

Brahma dianggap sebagai perwujudan dari Brahman, jiwa tertinggi yang abadi dan muncul dengan sendirinya.

Menurut Kitab Satapatha Brahmana, disebutkan bahwa Dewa Brahma yang menciptakan, menempatkan, dan memberi tugas dewa-dewi lainnya.
 

BRAHMAASTRA (PANAH NUKLIR) Nuklir adalah perpindahan dari huruf LUKIRN menjadi Kata NUKLIR Sayalah yang membuat Nama atau Kalimat atau kata Nuklir Itu

 
Dalam agama Hindu, Gautama Buddha muncul dalam kitab Purana (Susastra Hindu) sebagai awatara (inkarnasi) kesembilan di antara sepuluh awatara (Dasawatara) Dewa Wisnu. Dalam Bhagawatapurana, Beliau disebut sebagai awatara kedua puluh empat di antara dua puluh lima awatara Wisnu. Kata buddha berarti "Dia yang mendapat pencerahan" dan dapat mengacu kepada Buddha lainnya selain Gautama Buddha, pendiri Buddhisme yang dikenal pada masa sekarang.

 SATRIA PININGIT






Kamis, 07 Agustus 2014

NILAI-NILAI LUHUR NUSANTARA PRIBADI BANGSAKU



Nilai-nilai luhur Nusantara amat lah banyak sehingga menjadi watak hampir di semua lapisan masyarakat, ciri dari nilai-nilai tersebut tercermin pada perilaku masyarakat yang santun dan beradab bukan hanya kepada sesama manusia tapi juga meliputi alam dan mahluk-mahluk lainnya. Tentunya perilaku ini tercipta bukan dengan waktu yang singkat tapi selama ribuan tahun.

Sebuah peradaban maju dan luhur Nusantara bukan hanya pada aspek fisik bangunan saja tetapi meliputi seluruh aspek, sandang, pangan & papan, tatanan sosial, perilaku dll. Itu semua adalah monumen yang harus dilestarikan. Jika di negara-negara lain mempunyai masakan-masakan yang lezat yang hanya bermain di tataran rasa lidah & kemasan, Nusantara memiliki makanan yang mampu menembus kedalaman philosophy nya. Lihat saja nasi Tumpeng dengan warna-warni yang melambangkan asal-usual kehidupan ini di ciptakan, atau Kita bisa melihat karya-karyanya lainnya Degung (Ngadeug Keun Nu Agung), keris, batik, kujang, dll.

Leluhur Nusantara mampu menyisipkan nilai-nilai tuntunan dalam seluruh kegiatan masyarakatnya sehingga menciptakan Budaya Unggul  “culture of excellence” mampu menciptakan Lingkungan Keunggulan “environment of excellence” sehinga tercapai lah keunggulan itu sendiri dalam segala bidang dan kehidupan.

Lantas apa rahasianya sehingga dapat menciptakan hal yang demikian?

Apa formulanya?

Dimana Kita bisa mendapatkan rahasia membangun peradaban yang adiluhung?

Banyak orang mencari dari lautan sampai pegunungan melalui peninggalan-peninggalan sejarah namun tidak di temukan. Saudaraku Rahasia itu adalah monumen terpenting Perjalanan Nusantara Dari Zero to Hero. Kunci membangun peradaban unggul. Rahasia itu sebetulnya terpampang dengan jelas namun jarang sekali kita mau menggalinya. Intisari Dari nilai-nilai luhur yang mampu mengantarkan Nusantara ini Ke Jaman Keemasan telah di abadikan oleh Founding Father Negara ini.

Rahasia itu adalah PANCASILA.
Pancasila adalah inti dari nilai-nilai luhur, Pancasila adalah monumen terpenting Perjalanan Nusantara. Sebagaimana Kita ketahui niali-nilai luhur tidak akan terealisasikan tanpa memiliki welas-asih, welas asih tidak akan ada jika manusia tidak mengenal Pencipta-Nya. welas asih adalah pengejawantahan keimanan manusia kepada Tuhan-Nya yang kemudian diterapkan kepada sesama hidup serta bahu membahu bekerjasama melakukan karya yang terbaik untuk menciptakan kesejahteraan umat.

Sila pertama di dalam Pancasila adalah motor penggerak keempat sila lainnya, Sila pertama ini lah Inti dari segala Inti (creme de la creme) yang dapat Menjadikan manusia Adil dan Beradab, Menjaga Persatuan, Memimpin Dengan Hikmat dan Bijaksana, akan mampu menciptakan kesejahteraan di semua lapisan. Inilah pembangunan peradaban berbasis spiritual yang universal yang dahulu melalui figur kepemimpinan raja-raja kembangkan dan diterapkan di dalam masyarakatnya sehingga menjadi Tri Tangtu Buana selarasnya antara Pemimpin, Negara dan masyarakatnya sesuai dengan nilai-nilai Ketuhanan. Sila Pertama inilah Pusat/Pancer nya.

Apa action Kita sekarang??
Kenali lah Tuhan yang telah menciptakan kita semua berdasarkan kepercayaan kita masing2, karena sesungguhnya MENGENAL SANG PENCIPTA ADALAH RAJA ILMU PENGETAHUAN. berbuat yang terbaiklah atas Nama-Nya, karena Tuhan Maha Mengetahui apa hendak kita kerjakan dan niat kita, Berbuat Adil Dan Beradab lah atas Nama-Nya, Menjaga Persatuan Dan perdamaian atas Nama-Nya, memimpin lah dengan Hikmat Dan Bijaksana atas Nama-Nya, Ciptakan pula kesejahteraan atas Nama-Nya.

Tugas Kita do the best dan Pancasila sebagai Sebagai Pedomannya. Niatkan bahwa menjalankan keempat Sila yang lain Atas Nama Tuhan yang Kita Imani masing-masing Dan semata-mata untuk mendapatkan Ridho-Nya.

Gerakan spiritual ini sangat lah penting, jika kita semua melakukanya niscaya Tuhan YME akan mengirimkan pertolongan-Nya dan akan memundahkan jalannya. Karena tidak ada yang akan mampu menyelesaikan Perkara Dunia ini kalau Bukan Pencipta-Nya sendiri. Jika nilai-nilai Pancasila mengejawantah dari diri kita dan Kita pribadi yang menjadi Pusat/Pancer nya, Dan Kita pribadilah yang Menjadi Burung Garuda nya.

Burung Garuda iadalah Sosok Insan yang Ideal, Bintang sebagai simbol mengenalnya kita kepada kepada Sang Pencipta sekaligus simbol hubungan seorang hamba dengan Tuhannya dan Ke Empat Sila lainnya adalah Hubungan sesama hamba dan Alam. Keempat Sila (sila ke-dua s/d sila ke-lima) adalah implementasi dari bukti keimanan kita kepada Tuhan YME sebagai Isi persembahan Ibadah kita. Jika masing masih kita menjadi Garuda maka Negara ini di penuhi insan-insan yang ideal/mulia, Insan yang kuat/gagah menghadapi tantangan jaman sekaligus welas asih kepada sesama hidup untuk menciptakan peradaban yang sejahtera ke segala penjuru dunia. Garuda Pancasila Konsep Negara Hyang/Ma’rifat.

Sekiranya itulah Pesan dari Lambang Negara Kita, Lambang Yang Memiliki Jiwa/Sukma/Spirit Membangun Peradaban Yang Menciptakan Rahmat Bagi Semesta Alam.

Percayalah Tuhan YME menyertai kita.

Jaya Selalu Bhineka Tunggal Ika.